Romelu Lukaku dan Jose Maurinho Berbicara Tentan Performa.

Romelu Lukaku mengatakan dia lebih jelas tentang perannya Manchester United setelah berbicara dengan Jose Mourinho dan percaya dia akhirnya bisa bangkir kembali dari kemerosotan pasca Piala Dunia 2018.
Lukaku mencetak 27 gol dalam debut musim pertamanya yang mengesankan di Old Trafford tetapi pemain berusia 25 tahun itu telah berjuang untuk dapat mengulang kembali kesuksesannya tersebut di musim ini.


Namun pemain berusia 25 tahun itu mengakhiri 12 pertandingan tanpa golnya untuk United di Southampton akhir pekan lalu dan kemudian mencetak gol di Old Trafford untuk pertama kalinya sejak Maret dalam kemenangan 4-1 melawan Fulham dan ini merupakan kemenangan pertama Manchester United dalam lima pertandingan liga terakhir.
Ketika ditanya apakah pengawasan eksternal telah membebani dirinya, Lukaku berkata: “Tidak, tidak, tidak juga.

romelu lukaku


“Saya pikir saya hanya perlu terus bekerja keras. Saya dan manajer memiliki komunikasi yang baik dalam beberapa hari terakhir, di mana benar-benar dia memberi tahu saya apa yang dia inginkan dari saya.
“Saya tahu dari pihak saya, saya harus melakukan yang lebih baik, dan saya terus melihat ke depan dan meningkatkan, mencoba untuk menambah permainan bagus saya dan membantu tim untuk menang.”


Meskipun manajernya, Jose Maurinho di bawah kritikan musim ini, Lukaku bersikeras dia akan sanggup untuk melewatinya semuanya karena Maurinho adalah pelatih dan manajer berpengalaman.


Ditanya apa yang dia tidak lakukan dengan cukup baik di musim ini, sang striker berkata: “Tidak cukup intensitas. Saya kira, Saya bermain dengan agresi yang tidak cukup baik”.


“Saya pikir saya bermain dengan intensitas seperti yang lainnya. Bagi saya, saya senang bermain di level yang layak lagi dan sekarang ini semua tentang meningkatkan dan melanjutkan secara konsisten.”


Lukaku juga mengatakan dia telah berusaha memulihkan keletihannya yang didapatkan dari Piala Dunia musim panas ini di mana dia mencetak empat gol untuk membantu Belgia berada di posisi ketiga.


“(Saya menambahkan) sedikit otot,” tambahnya. “Itu terjadi di Piala Dunia. Saya merasa hebat dan saya pikir saya bermain bagus di sana, dan kemudian ketika saya kembali, itu adalah jenis gaya yang berbeda.


“Ketika Anda berada di Liga Premier, saya tidak bisa bermain dengan jumlah otot yang sama seperti sepakbola internasional di sini di Liga Premier. Itu adalah sesuatu yang ketika saya kembali saya langsung tahu ‘Saya tidak bisa bermain dalam gaya seperti ini’.


Dia menambahkan: “Setelah Piala Dunia, saya pikir saya benar-benar sedikit lelah”.


“Tapi, Anda tahu, saya memiliki hal yang sama pada tahun 2014 setelah Piala Dunia ketika saya kembali ke Everton saya benar-benar merosot setelah Piala Dunia.”


“Jadi, sekarang saya pikir saya berada di level yang bagus lagi dan siap untuk mendapatkan kemenangan di pertandingan berikutnya lagi.”